Fakta-Fakta Di Balik Penyakit Epididimitis

Fakta-Fakta Di Balik Penyakit Epididimitis

 

Seperti yang kita ketahui bahwa penyakit yang akan dibahas pada kesempatan ini berkaitan dengan laki-laki dan organ reproduksinya. Apa itu? Apabila anda masih asing kali ini kita akan menjabarkan mengenai penyakit epididimitis. Epididimitis adalah suatu penyakit yang timbul akibat peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada epididimis akibat adanya infeksi atau penyakit menular seksual. Letak epididimis itu sendiri berada di belakang testis dan menyambungkan testis dengan vas deferens (saluran panjang yang mampu menyalurkan sperma matang) sampai ke saluran ejakulasi, uretra, dan prostat ketika mengalami ejakulasi. Adanya peradangan ini dimungkinkan akan kian menyebar sampai ke testis (epididymo-orchitis). Epididimis merupakan suatu saluran yang bertugas untuk menyimpan dan menyalurkan sperma. Namun bagaimana jika kinerja epididimis terganggu?

Apabila ditelisik lebih jauh mengenai kondisi radang yang dapat dialami, maka akan terbagi menjadi dua kelas, yaitu:

  1. Epididimitis kronis, peradangan pada saluran sperma yang berkembang secara bertahap dan mengakibatkan nyeri tumpul. Lamanya seseorang menderita jenis epididimis ini ialah lebih dari 6 minggu, yaitu lebih lama daripada epidermis akut.
  2. Epididimitis akut, peradangan yang terjadi secara mendadak dan berkembang dengan cepat. Jenis penyakit ini akan lebih cepat sembuh sebab terjadi tidak mencapai 6 minggu.

Umumnya, rentang usia pasien epididimitis adalah diantara 19 – 35 tahun. Namun bukan berarti seseorang yang memiliki usia diluar interval itu akan aman dari penyakit ini. Sebab penyakit ini dapat menimpa siapapun tanpa memandang usia laki-laki tersebut. Khusunya, bagi laki-laki yang sering bergonta-ganti pasangan dan sering berhubungan seksual tanpa menggunakan alat pengaman akan sangat beresiko terkena penyakit ini. Penyakit ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor risikonya. Bersumber dari laman alodokter.com, beberapa faktor yang mampu meningkatkan risikonya, antara lain sebagai berikut.

  1. Seseorang laki-laki yang belum disunat.
  2. Mempunyai riwayat kesehatan berupa infeksi menular seksual.
  3. Mengalami pembesaran prostat.
  4. Memakai kateter urin dalam jangka panjang.
  5. Pernah melakukan prosedur medis yang mempengaruhi saluran urin.
  6. Memiliki posisi anatomis saluran kemih yang tidak normal.
  7. Tidak memakai kondom ketika melakukan hubungan seksual dengan penderita penyakit menular seksual (PMS).
  8. Pernah menderita infeksi saluran kemih atau infeksi prostat.

Selain itu, ada beberapa faktor risiko lain, meliputi:

  1. Menderita tuberkulosis.
  2. Menggunakan amiodarone.
  3. Beberapa saat setelah menderita cidera paha.
  4. Saluran kucing yang mengalami beberapa masalah.

Pasti anda bertanya-tanya mengapa mempunyai kebiasaan seksual mampu terkena infeksi saluran seksual sehingga berdampak pada penyakit seksual epididimitis? Berdasarkan aritikel pada halodoc.com, hal ini disebabkan oleh:

  1. Menjalankan seks tanpa menggunakan pengaman
  2. Memiliki riwayat penyakit seksual (PMS)
  3. Menjalankan hubungan seks dengan orang yang sudah terinfeksi pada saluran seksualnya.

Tak akan cukup jika kita hanya mengetahui faktor risiko seperti yang dijabarkan di atas. Hal ini karena semua itu belum tentu menjamin anda untuk terhindar dari penyakit ini. Setidaknya kita perlu tahu tanda-tanda yang mendakan seseorang terdeteksi epididimits. Sehingga harapannya pasien akan segera pergi ke dokter apabila mengalami beberapa tanda-tanda tersebut. Jika terdiagnosis lebih awal tentunya akan menguntungkan sebab penanganan dini dapat mencegah memburuknya kesehatan pasien. Dikutip dari hellosehat.com, tanda-tanda pasien mengalami epididimitis adalah di bawah ini.

  1. Mengalami demam
  2. Merinding dan menggigil
  3. Merasa nyeri pada bagian testis
  4. Terjadi pembengkakan dan nyeri pada epididimis
  5. Ketika melakukan hubungan seks terasa sakit
  6. Penis mengeluarkan cairan
  7. Adanya darah pada air mani
  8. Ketika buang air kecil merasakan sakit dan intensitasnya sering

sumber gambar: sehatq.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *