Ternyata Ini yang Menjadi Gejala dan Penyebab Penyakit Epididimitis, Segeralah Berobat!

Ternyata Ini yang Menjadi Gejala dan Penyebab Penyakit Epididimitis, Segeralah Berobat!

 

Epididimitis merupakan peradangan yang terjadi pada saluran epididimis yang awalnya berperan sebagai tempat penyimpanan dan penyaluran ratusan ribu sperma. Jika anda masih bingung di mana sebenarnya letak epididimis, di belakang testis dan menyambungkan vas deferens dengan testis adalah jawabannya. Penyakit ini umumnya diderita oleh pasien pria di segala usia, khususnya memiliki rentang usia antara 19 – 35 tahun. Ketika anda masih bingung mengenai penyebab epididimitis, yuk kita bahas gejalanya agar anda mengetahui dasarnya. Jika anda merasakan beberapa pertanda seperti demam, adanya darah dalam cairan sperma, sering ingin buang air kecil, nyeri ketika melakukan hubungan seksual, pembesaran kelenjar getah bening sekitar pangkal paha, adanya benjolan pada beberapa bagian testis, terjadi pembengkakan pada skrotum dan nyeri ketika disentuh, nyeri pada testis, ujung penis mengeluarkan cairan yang tidak normal, dan mengeluhkan nyeri ketika buang air kecil. Bagaimana? Apabila anda merasakan mayoritas gejala tersebut maka konsultasikan kepada dokter mengenai masalahmu.

Secara garis besar, hampir semua kasus yang berkaitan dengan penyakit ini tidak diyakini penyebab pastinya. Akan tetapi, banyak yang berasumsi bahwa penyebab epididimitis ialah adanya infeksi bakteri yang berada di sekitar kandung kemih, uretra, dan prostat. Selain itu, penyebab lain munculnya penyakit ini meliputi penyakit behçet, adanya endapan urine dalam epididimis, tuberkulosis, torsio testis, efek samping amiodarone, gondongan (mumps), chlamydia, gonore, dan lain-lain. Oleh karena itu, anda harus berhati-hati karena banyaknya bakteri dan virus yang mengincar kesehatan manusia. Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika menyadari akan gejala epididimis ini. Jika anda masih ragu untuk periksa ke dokter, anda dapat pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan diagnosis. Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter pun juga beragam. Contoh rekomendasi, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan tes darah, tes urin, pemeriksaan colok bubur, tes sampel cairan, dan USG. Kelebihan penggunaan USG yang memanfaatkan teknologi doppler ialah untuk mengecek kelancaran aliran darah dalam testis.

Lantas, apa saja yang menjadi tanda-tanda atau gejala seseorang menderita epididimis? Dilansir dari artikel hellosehat.com, anda harus was-was ketika mengalami nyeri pada testis dan epididimis, bengkak, adanya darah dalam urin atau air mani, penis mengeluarkan cairan, merinding, ketika melakukan hubungan seks mengeluhkan nyeri dan sakit, demam, sering buang air kecil namun merasa sakit, dan sebagainya. Beberapa gejala tersebut tidak dapat dijadikan sebagai dasar menyerangnya penyakit ini. Hal ini karena bisa jadi ada tanda-tanda yang belum disebutkan di atas. Oleh karena itu, jika anda mencemaskan sesuatu maka ceritalah kepada dokter.

Namun, bersumber dari alodokter.com, ternyata ada beberapa hal hal yang menjadi penyebab epididimitis. Apa saja? Yuk simak uraiannya.

  1. Laki-laki yang belum melakukan sunat.
  2. Mempunyai riwayat infeksi menular seksual.
  3. Memakai kateter urine dalam jangka waktu yang panjang.
  4. Melakukan hubungan seksual dengan pasien penyakit menular seksual (PMS) tanpa memakai kondom.
  5. Mempunyai posisi anatomis saluran kemih yang tidak wajar atau tidak normal.
  6. Sudah pernah melakukan prosedur medis yang mengganggu kinerja saluran urine.
  7. Sudah pernah menderita infeksi saluran kemih atau infeksi prostat.
  8. Mengalami pembesaran pada prostat.

Perlu anda ketahui, Centers for Disease Control and Prevention menyatakan bahwa penyebab utama timbulnya penyakit ini ialah adanya penyakit kelamin. Contohnya seperti yang sudah disebutkan, chlamydia dan gonore. Healthline juga menjabarkan bahwa faktor umur menjadi penyebab umum timbulnya penyakit ini, yaitu laki-laki berusia 35 tahun ke bawah. Untuk pencegahannya, dokter akan menyarankan antibiotik agar gejala epididimis berkurang. Selain itu, dikutip dari honestdocs.id, anda juga bisa mencoba untuk mengonsumsi ibuprofen, ciprofloxacin, dan doxycyline. Cukuplah dalam beristirahat dan cobalah mengompres di daerah skrotum menggunakan air dingin untuk meminimalisir adanya pembengkakan dan rasa nyeri yang berlebih.

 

sumber gambar: hellosehat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *